đđ just one a little bite đđ
Aku mendongak
ketika sebuah uluran tangan membuyarkan lamunanku. "Lagi?" Kuterima pemberiannya,
"setidaknya bawa untukmu juga."
Aku
penasaran sekali, akhir-akhir ini ia sering memberiku apel. Bukan dalam bentuk
kue, minuman dan sebagainya, tapi dalam bentuk buah. Padahal aku lebih suka jika dalam bentuk jus. Ralat,
sepertinya aku lebih suka jika ia memberiku dalam bentuk gawai.
"Aku
sering memakannya di rumah. Apa kau menyukainya?"
"Aku
merasa seperti Putri Salju. Apa selama ini kau berusaha meracuniku?"
Ia
mendorong jidatku dengan telunjuknya, "kau dan imajinasimu itu. Jika
apelnya beracun, nyatanya kau tidak mengalami keluhan apapun hingga sekarang."
Aku
meringis.
Kini
ia menatap luar jendela kafetaria, sedangkan aku mengunyah apel.
"Sagwa." ucapnya tiba-tiba. "Apel [ěŹęłź = Sagwa] dalam bahasa korea bisa diartikan sebagai simbol permintaan maaf" lanjutnya.
"Maaf.
Dengan memberimu apel setiap hari, aku berharap bisa mengurangi beban pikiranku
walau hanya sedikit."
"Maaf
karena tidak bisa menghilangkan perasaanku padamu."
"Aku
harap hubunganmu dengannya berjalan dengan baik." Lanjutnya kemudian
pergi.
[]
Musim
gugur.
In
the afternoon, Snow White ate an apple. She fell asleep. The Prince kissed her.
Then, they are lived happily ever after. In
the afternoon, he gave me an apple without poisoned. No kissed.
But
unlike The Prince, he left from me.
Comments
Post a Comment